INTERNATIONAL WEBINAR OF THE BANCHELOR OF MANAGEMENT FACULTY OF ECONOMICS AND BUSINESS IBNU SINA UNIVERSITY “Strategi improving Resource Capabilities On Global Changes In Multidimensional  Crises”

FEB-UIS. Batam (28/01/2023), Fakultas ekonomi dan bisnis universitas ibnu sina menggelar webinar Internasional bersama akademisi dan praktisi dari tiga negara yaitu Australia, Turki dan Indonesia . Webinar dengan tema “Strategi improving Resource Capabilities On Global Changes In Multidimensional  Crises”. Acara tersebut diselenggarakan secara online melalui media Zoom Cloud Meeting. Webinar internasional ini menghadirkan keynote speech Wally Rouda (Consultant & Visting Fellow – Bussiness Continuity Management, Human Resources Management & Strategic Marketing – Australia), Assoc Prof Imran Aslan From (Bingol University – Turkey) And Dr. Hendri Herman, SE.,M.Si From (Ibnu Sina University- Indonesia). Acara webinar internasional ini dimoderatori oleh Sepriza Herawati (Student Of the bachelor of management Ibnu Sina University) dan doa dipimpin oleh Dr. Andhika Prasetya Nugraha, SE.,M.M ( Head of the quality control group at the Faculty of Economics and Business, Ibnu Sina University) Webinar ini bertujuan untuk menjawab tantangan yang dihadapi mahasiswa kedepannya dalam merencanakan peningkatan Kemampuannya pada perubahan Global dan Krisis Multidimensi saat ini. Webinar ini dihadiri oleh 250 peserta (28/01/2023)

Webinar internasional ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Januari 2023 pukul 12:30 Wib dengan dibuka oleh Rektor Universitas ibnu sina (Assoc. Prof. Dr. Haji mustaqim, SE.,MM) Dalam sabutan dan pembukaannya beliau menyampaikan rasa syukur dan bangga atas terlaksananya Webinar internasional ini, dan beliau juga berpesan kepada seluruh peserta yang mengikuti webinar ini untuk benar-benar menyimak apa yang akan di sampaikan oleh ketiga pemateri tersebut.

Suatu peristiwa, atau peristiwa, yang menyebabkan gangguan besar bagi bisnis.Krisis biasanya terjadi tiba-tiba dan menimbulkan kesulitan atau bahaya yang intens bagi bisnis, biasanya dalam situasi di mana waktunya singkat, dan keputusan harus diambil dengan cepat.Krisis keuangan terjadi ketika bisnis kehilangan nilai asetnya dan perusahaan tidak mampu melunasi utangnya. Biasanya, ini disebabkan oleh penurunan permintaan yang signifikan untuk produk atau layanan.

Saat COVID-19 menyebar ke seluruh dunia dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, perilaku konsumen dan investor berubah secara dramatis.Dipicu oleh aksi jual besar-besaran, indeks saham utama anjlok. Dow melihat penurunan satu hari terbesar sejak “Black Monday” pada tahun 1987, dan S&P 500 turun lebih dari 20 persen dari puncaknya hanya dalam 16 hari.

Dalam kasus ini, perusahaan harus memindahkan dana untuk menutupi biaya jangka pendek langsung. Kemudian, mereka perlu menganalisis kembali sumber pendapatan mereka untuk mencari cara baru menghasilkan pendapatan jangka panjang serta meningkatkan margin mereka. Krisis teknologi muncul sebagai akibat dari kegagalan dalam teknologi.Masalah dalam sistem secara keseluruhan menyebabkan krisis teknologi. Kerusakan mesin, perangkat lunak rusak dan menimbulkan krisis teknologi.Krisis teknologi disebabkan oleh penerapan sains dan teknologi oleh manusia. (Wally Rouda)

Assoc Prof Imran Aslan From (Bingol University – Turkey) dalam penyampaian materinya mengatakan Strategi yang cocok dan inovatif untuk dikembangkan dengan mempertimbangkan sumber daya dan kapabilitas. Pengusaha dan pengelola UKM dapat merangkul inovasi produk, teknologi, dan proses tetapi juga harus mempertimbangkan budaya, norma, dan nilai organisasi. Pemanfaatan teknologi digital membantu UKM untuk bertahan dan mengatasi dampak pandemi. Karakteristik seperti adopsi teknologi dan mempekerjakan modal manusia dengan pendidikan terapan. Pembangunan berkelanjutan dan kegiatan ekonomi yang harus dilanjutkan dan diubah oleh industri.. Perusahaan dan otoritas publik harus bekerja sama untuk mendorong inovasi dan kewirausahaan.. Membuat bisnis lebih tahan terhadap guncangan, sambil memperkuat hubungan antara mereka dan dengan ekosistem bisnis mereka akan membantu ekonomi secara keseluruhan bertahan dari badai berikutnya.

Dr. Hendri Herman, SE.,M.Si From (Ibnu Sina University- Indonesia) Dan Dr. Andhika Prasetya Nugraha, SE.,M.M (GKM FEB-UIS)

Dr. Hendri Herman, SE.,M.Si mengatakan Era Global abad 21 memang memiliki banyak tantangan yang harus dipersiapkan dan segera dijalani oleh seluruh umat manusia untuk dapat berbenah diri dalam meningkatkan sumber daya manusia (Sumber Daya Manusia) di dalamnya, termasuk upaya peningkatan kualitas dan kuantitas perekonomian. Sumber Daya Manusia (SDM) dan Perekonomian Rakyat Indonesia. SDM merupakan salah satu faktor kunci dalam reformasi ekonomi, yaitu bagaimana menciptakan SDM berkualitas yang memiliki keterampilan dan berdaya saing tinggi dalam persaingan global, yang selama ini kita abaikan. Berkaitan dengan itu, setidaknya ada dua hal penting terkait kondisi sumber daya manusia Indonesia. Isu daya saing di pasar dunia yang semakin terbuka merupakan isu kunci dan tantangan yang berat. Tanpa dibekali kemampuan dan keunggulan bersaing yang tinggi, dipastikan produk suatu negara, termasuk produk Indonesia, tidak akan mampu menembus pasar internasional. Dengan demikian, di era reformasi saat ini, alokasi sumber daya manusia belum mampu mengoreksi kecenderungan konsentrasi ekonomi yang tercipta sejak pemerintahan saat itu. Sementara di sisi lain, Indonesia kekurangan berbagai keterampilan untuk memenuhi berbagai tuntutan globalisasi. Perekonomian abad ke-21 yang ditandai dengan globalisasi ekonomi merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi kekuatan pasar tunggal yang semakin terintegrasi tanpa sekat-sekat batas wilayah negara. Globalisasi yang pasti dihadapi oleh bangsa Indonesia menuntut efisiensi dan daya saing dalam dunia usaha.(Feb-UIS)

Scroll to Top
Open chat
Hello, ada yang bisa kami bantu?