DIALOG KEBANGSAAN DPD IKAL – KEPRI BEKERJASAMA DENGAN UNIVERSITAS IBNU SINA

Batam, (Selasa 20/12/2022), universitas ibnu sina bekerjasama dengan ikatan keluarga alumni Lemhannas Kepri melakukan dialog kebangsaan yang diikuti 200 lebih mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis dan di hadiri oleh ketua yayasan pendidikan ibnu sina Ibu drg. Andi Tenri Ummu serta Rektor Dr. Haji Mustaqim,SE.,MM, wakil rektor universitas ibnu sina dan Dekan FEB-UIS, dialog kebangsaan ini di buka dengan sambutan oleh Ketua DPD Ikal Lemhannas Kepulauan Riau Bapak H. Syamsul Bahrum. Ph.D. Dalam sambutannya beliau memperkenalkan lembaga, mulai dari sejarah, tugas dan fungsi serta familiarisasi core Lemhannas RI yang terdiri dari wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, dan kewaspadaan nasional.

Dialog ini sebagai bentuk upaya memperkokoh wawasan kebangsaan para mahasiswa yang nantinya akan menjadi para penerus dan pemimpin bangsa, agar kedepannya diharapkan dapat memahami betapa pentingnya makna dari nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsesus bangsa. “Saya ingin mengajak untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai momentum perenungan dan introspeksi diri terhadap kualitas wawasan kebangsaan guna merefleksikan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai luhur yang telah kita miliki,” ujar H. Syamsul Bahrum. Ph.D dalam sambutannya.

Dialog kebangsaan ini di moderatori Oleh Dr. Sudianto, SE.,M.Si, dan menghadirkan dua nara sumber dalam dialog kebangsaan ini yakni Laksmana TNI (Purn) Dr. Bambang Wahyudi, SH.,MH (Wakil ketua DPD Ikal-Lemhannas Kepri) dan Dr. Razaki Persada, SE.,M.Si (Sekertaris DPD Ikal-Lemhannas Kepri), narasumber pertama Laksmana TNI (Purn) Dr. Bambang Wahyudi, SH.,MH menceritakan sejarah perbatasan Indonesia mulai dari awal kemerdekaan sampai saat ini. sedangkan narasumber kedua Dr. Razaki Persada, SE.,M.Si menyampaikan bahwa penguatan wawasan kebangsaan menjadi hal yang penting bagi bangsa Indonesia karena adanya keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia. Selain itu, hal lain yang mendasari  pentingnya penguatan wawasan kebangsaan adalah adanya euphoria demokrasi yang cenderung bergerak semakin jauh dari Nilai-Nilai Luhur Pancasila dan juga mengabaikan semangat kegotongroyongan.

Foto bersama IKAL-Lemhannas Kepri dengan Ketua Yayasan Pendidikan Ibnu Sina, Rektor, Wakil Rektor Dan Dekan Feb Uis

Dari dialog dan diskusi yang akan dilakukan diharapkan para peserta mampu mengambil manfaat untuk mempererat wawasan dan karakter kebangsaan yang telah dimiliki, serta mampu menjadi agen-agen perubahan dalam menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing,” pungkas Rektor Universitas Ibnu Sina Dr. Haji Mustaqim, SE.,M.M.

Suskesnya dialog kebangsaan ini tidak lepas dari kerja keras oleh seluruh panitia yang melibatkan Himpunan mahasiswa Manajemen (HMM) Dan Himpunan mahasiswa Akuntansi (HIMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibnu Sina.

Scroll to Top
Open chat
Hello, ada yang bisa kami bantu?