S1 Manajemen sebanyak 235 orang, D3 Akuntansi sebanyak 9 orang
merupakan momen upacara paling sakral pada setiap tingkatan pendidikan, ini merupakan salah satu momen spesial yang paling ditunggu-tunggu oleh mahasiswa dan mahasiswi di seluruh dunia. Hal ini karena mereka telah berhasil menyelesaikan satu jenjang pendidikannya dengan baik.
Seperti kita ketahui, kelulusan tidak diraih dengan mudah. Butuh perjuangan, doa, dan usaha yang keras demi mendapatkan gelar sarjana. Selain berterimakasih kepada semua pihak yang telah ikut berkontribusi, keberhasilan ini juga menimbulkan rasa bangga yang menumbuhkan kepercayaan diri untuk mengayunkan langkah selanjutnya.
Pendidikan memang tidak menjamin keberhasilan seseorang dalam kehidupan nyata. Namun, melalui pendidikan yang cukup akan membantu seseorang dalam menciptakan masa depan dan merubah kehidupan kearah yang lebih baik
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Wisuda, Momen Sakral Buah dari Perjuangan”, Pada zaman sekarang ini para lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Hal itu sangat mungkin karena pada saat kuliah para lulusan mendapatkan teori di perkuliahan mengenai kewirausahaan.
Adapun mereka yang mendapat predikat wisudawan terbaik yakni, S1 Manajemen, Mutia Rahman dengan IPK 3,85, D3 Akuntansi, Agus Sutiandi dengan IPK 3.91
Perjuangan dalam menuntut ilmu dan memperoleh nilai akademis yang penuh lika-liku telah terselesaikan maka berakhirlah serangkaian proses dan prosedur di bangku kuliah. Yang perlu diperhitungkan setelah ini adalah bagaimana dapat terjun ke tengah masyarakat dan menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Rektor UIS, Dr.H.Mustaqim Syuaib,MM. dalam amanat aademiknya, berharap para lulusan atau alumni yang baru dikukuhkan untuk tidak melupakan almamater. Prilaku ditengah masyarakat merupakan cerminan kampus.
“Karenanya tetap jaga nama baik almamater, kampus Ibnu Sina. Kontribusi positif kalian ditengah masyarakat sangat diharapkan. Bantu promosikan kampus kita,”harap Mustaqim.
Ia melanjutkan, ilmu yang didapat selama menempuh perkuliahan dapat meningkatkan karir dengan predikat kesarjanaan yang telah dimiliki sekarang.
Andi Faradiba,ST. salah satu lulusan mengatakan, gelar sarjana yang didapat merupakan awal yang baru untuk menyongsong masa depan. Gelar akademik ini akan dipertanggungjawabkan sebagai bentuk ucapan terma kasih kepada seluruh dosen yang telah membimbing dan mengajarkan kami atas segala ilmu yang diberikan.
“Kita harus tunjukan potensi kita. Memberi kemanfaatan ditengah masyarakat,”ujar Andi saat menyampaikan pesan dan kesan.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X diwakili Kepala Sub Koordinator Akademik, Taufik,S.Sos. mengatakan, lulusan harus cerdas dalam sisi intelektual, spritual dan emotional guna merespon segala tantangan di era globalisasi.
“Wisudawan memiliki tanggung jawab yang dipertaruhkan. Karena itu, saudara harus terus meningkatkan kompetensi, dimana ilmu yang didapat mampu menjawab problema yang ada. Lulusan harus mampu menguasai literasi manusia dan literasi teknologi,”katanya.
Para wisduawan juga mengucapkan janji, dengan beberapa poin yakni, wisudawan sebagai insan beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta menjunjung tinggi norma-norma agama dan ilmu pengetahuan, menjaga nama baik korps sarjana dan alamamter Universitas Ibnu Sina.
Sidang senat terbuka ini dibuka oleh Ketua Senat UIS, Herdianti dengan dihadiri para tamu undangan, Gubernur Kepri yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Dr.Andi Agung,MM, Walikota Batam, HM.Rudi serta mitra UIS, seperti dari beberapa kampus di Kepri, LLDIKTI hingga Politeknik Malaysia. Kegiatan ini juga dirangkaian milad atau diesnatalis UIS ke 3 tahun

