Batam, 18 Oktober 2024 – Ketua International Association of Economic and Business (IAEB), Prof. Dr. Safina Binti Ismail, menyampaikan sosialisasi penting mengenai optimalisasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung kinerja dosen Universitas Ibnu Sina (UIS). Di era perkembangan teknologi yang begitu pesat, AI kini menjadi salah satu alat kunci yang mampu memberikan kemudahan dan efisiensi dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan.
Prof. Safina memaparkan bahwa pemanfaatan AI dapat memberikan dukungan yang signifikan dalam proses belajar mengajar, penulisan artikel ilmiah, hingga kegiatan pengabdian masyarakat. Beliau juga memperlihatkan berbagai aplikasi AI yang dapat dimanfaatkan secara efektif oleh dosen untuk meningkatkan kualitas karya akademik.
“AI tidak hanya mempermudah, tetapi juga membuka peluang baru untuk menciptakan karya-karya akademis yang lebih inovatif dan terstruktur dengan baik. Kami ingin dosen UIS dapat memaksimalkan teknologi ini dalam pekerjaan sehari-hari mereka,” ujar Prof. Safina dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Fakultas Teknik UIS pada Jumat, 18 Oktober 2024.
Acara ini merupakan bagian dari implementasi kerjasama antara IAEB dan UIS yang bertujuan untuk mendukung pengembangan kapasitas dosen, mahasiswa, serta universitas secara keseluruhan. IAEB, yang saat ini memiliki anggota dari 50 universitas di berbagai negara seperti Thailand, Oman, Qatar, Indonesia, dan Malaysia, berfokus pada dukungan akreditasi, pengembangan pendidikan, dan kolaborasi internasional.
“IAEB berkomitmen membantu anggotanya mencapai akreditasi unggul dan memenuhi kebutuhan lainnya. Kami berharap UIS dapat mengambil peran aktif dalam mengoptimalkan kerjasama ini untuk memperkuat kualitas akademiknya,” tambah Prof. Safina, yang juga merupakan kandidat rektor Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaka.
Rektor UIS, Assoc. Prof. Dr. Ir. Larisang, MT., IPU., menyambut positif kerjasama ini dengan harapan besar. Beliau menekankan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, AI dapat menjadi salah satu pendorong utama untuk memajukan ketiga aspek tersebut.
“Kami yakin, kerjasama ini akan membawa dampak positif bagi UIS, baik dalam meningkatkan mutu pendidikan maupun memperluas jaringan internasional. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan, mulai dari webinar, pengujian, hingga kolaborasi lintas universitas,” jelas Rektor UIS.
Dalam waktu dekat, IAEB juga berencana memperluas jangkauannya ke negara-negara seperti Filipina dan Brunei, yang diharapkan dapat memperkuat jaringan keanggotaan dan kolaborasi internasional.
Melalui kerjasama ini, UIS berharap dapat memperluas pengaruhnya di kancah internasional, tidak hanya dalam hal akademis, tetapi juga dalam pengembangan jejaring yang lebih luas dengan universitas-universitas lain di bawah naungan IAEB.
Dengan adanya kerjasama strategis ini, diharapkan baik IAEB maupun UIS dapat saling mendukung dalam menciptakan lingkungan akademik yang lebih inovatif dan berkualitas tinggi, yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas.
