Batam, 19 Juni 2026 — Suasana Ruang Kelas E202 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ibnu Sina (UIS) terasa berbeda dari biasanya pada Jumat malam. Sebanyak 50 mahasiswa dari dua negara berkumpul dalam satu ruangan, bukan sekadar untuk belajar — tetapi untuk berbagi perspektif tentang isu yang dekat dengan kehidupan mereka: kesehatan mental mahasiswa.
Kegiatan Student Lecture Program Studi S1 Akuntansi ini berlangsung pada pukul 18.30 hingga 20.00 WIB, menghadirkan Faishah Bin Isahak, mahasiswa Program Bachelor of Business Administration (Hons.) International Business dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Kampus Bandaraya Melaka, Malaysia, sebagai narasumber utama.
Dengan mengusung tema “Addressing Student Mental Health in Malaysia: From Structural Pressures to Systemic Solutions”, sesi ini membahas tekanan struktural yang dihadapi mahasiswa dan bagaimana solusi sistemik dapat dibangun untuk mengatasinya — tema yang relevan dan menyentuh kehidupan nyata para peserta.
Kegiatan ini diikuti oleh 38 mahasiswa Kelas 6A Prodi Akuntansi UIS dan 12 mahasiswa dari UiTM, dengan dosen pengampu matakuliah Khadijah, SE., M.Ak yang turut hadir mendampingi jalannya acara. Student Lecture ini merupakan bagian dari mata kuliah Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank, sekaligus menjadi wujud nyata kerja sama akademik internasional antara UIS Batam dan UiTM Malaysia.
Lebih dari sekadar ceramah satu arah, forum ini memantik diskusi yang hidup dan interaktif. Para peserta aktif melemparkan pertanyaan, berbagi pengalaman, dan memperluas cara pandang mereka mengenai isu kesehatan mental dari dua sudut pandang budaya yang berbeda.

Hasil dari kegiatan ini pun dirasakan langsung oleh para peserta: bertambahnya wawasan akademik, meningkatnya motivasi belajar, dan terbentuknya jaringan pertemanan lintas negara yang diharapkan dapat berlanjut menjadi kolaborasi akademik maupun penelitian bersama di masa mendatang.
Pihak program studi berharap kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan secara rutin, dengan cakupan kerja sama internasional yang semakin luas. Karena belajar yang paling berkesan, terkadang bukan dari buku — melainkan dari sesama mahasiswa yang hadir langsung membawa cerita dari negaranya sendiri.
