FEB – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibnu Sina sukses menyelenggarakan kegiatan Coaching Clinic Raih Hibah RIIM BRIN 2026 yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada tanggal 25 Mei 2026 serta 5–6 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 49 dosen FEB UIS sebagai bentuk komitmen fakultas dalam meningkatkan kapasitas dosen dalam memperoleh hibah penelitian kompetitif tingkat nasional.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIS, Dr. Sabri, S.E., M.M., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peningkatan budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan FEB UIS. Menurutnya, hibah penelitian merupakan salah satu instrumen strategis untuk mendukung pengembangan keilmuan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta kontribusi perguruan tinggi terhadap penyelesaian berbagai permasalahan masyarakat.
Pada sesi pertama yang dilaksanakan pada 25 Mei 2026, peserta memperoleh pemaparan mengenai Pedoman RIIM BRIN Tahun 2026 dan strategi penyusunan proposal yang kompetitif. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami secara mendalam mekanisme pengajuan hibah RIIM BRIN.
Memasuki hari kedua pada 5 Juni 2026, kegiatan difokuskan pada Coaching Clinic Strategi Penyusunan Proposal RIIM BRIN Kompetensi Eksternal Tahun 2026. Para dosen mendapatkan pendampingan langsung terkait penyusunan ide penelitian, penyelarasan tema riset dengan prioritas nasional, penyusunan metodologi, hingga strategi penyusunan anggaran penelitian yang sesuai dengan ketentuan BRIN.
Pada hari terakhir, 6 Juni 2026, seluruh peserta mempresentasikan draft proposal penelitian yang telah disusun. Melalui sesi presentasi ini, peserta memperoleh berbagai masukan konstruktif untuk menyempurnakan proposal sebelum diajukan pada skema hibah RIIM BRIN 2026.

Kegiatan menghadirkan narasumber utama, Dr. Ruslan Halifu, S.KM., M.Kes., yang saat ini menjabat sebagai Peneliti Ahli Muda pada Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa dan Konektivitas, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Beliau memiliki kepakaran di bidang Kesejahteraan Sosial dan Sosiologi Kesehatan, serta menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Padjadjaran pada bidang Kesejahteraan Sosial. Selain aktif sebagai peneliti, Dr. Ruslan juga memiliki pengalaman sebagai dosen, reviewer berbagai jurnal ilmiah, editor jurnal, serta ketua dan anggota berbagai penelitian yang didanai BRIN maupun LPDP melalui skema RIIM Kompetisi. Salah satu penelitian yang dipimpinnya memperoleh pendanaan RIIM Kompetisi LPDP dengan nilai lebih dari Rp372 juta.
Selama pelaksanaan coaching clinic, Dr. Ruslan tidak hanya membagikan pengalaman dalam memenangkan hibah penelitian nasional, tetapi juga memberikan pendampingan teknis kepada peserta dalam menyusun proposal yang memiliki peluang besar untuk lolos pendanaan.
Dekan FEB UIS, Dr. Sabri, S.E., M.M., berharap kegiatan ini mampu menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem riset yang lebih kuat di lingkungan fakultas. Beliau menargetkan agar semakin banyak dosen FEB UIS yang mampu memperoleh hibah penelitian eksternal, khususnya dari BRIN, sehingga dapat meningkatkan rekognisi akademik institusi serta menghasilkan penelitian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan coaching clinic ini, kami berharap seluruh dosen FEB UIS semakin termotivasi untuk aktif melakukan penelitian berkualitas dan mampu bersaing dalam memperoleh hibah penelitian nasional. Ke depan, kami ingin FEB UIS menjadi salah satu fakultas yang unggul dalam bidang riset, inovasi, dan publikasi ilmiah,” ujar Dr. Sabri.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FEB UIS menunjukkan keseriusannya dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang penelitian sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pembangunan nasional.
